Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juli 2009

Indonesian President Vows to Arrest Hotel Bombers


Friday, 17 July 2009 | 2:39 PM
JAKARTA, KOMPAS.com-Indonesia’s president says authorities will arrest the terrorists responsible for twin attacks on luxury hotels that killed 9 and wounded 50.

President Susilo Bambang Yudhoyono spoke Friday after powerful blasts at the J.W. Marriott and Ritz-Carlton hotels in Jakarta shook the country. It has been almost four years since a major attack in the world’s largest Muslim-majority nation.

He said, “This action was carried out by a terrorist group, though it is too early to say if it is the same network” responsible for a series of bombings in Indonesia in recent years,
Jemaah Islamiyah. “Those who carried out this attack and those who planned it will be arrested and tried according to the law,” he said in a televised address to the nation.


Reds cancel Indonesia visit


17/07/2009 06:22, Report by Press Dept.
Reds cancel Indonesia visit

Following the explosions in Jakarta – one of which was at the hotel the team were due to stay in – and based on advice received, the Directors have informed the Indonesian FA that the Club cannot fulfil the fixture in Jakarta on the 2009 Asia tour.

We are working on a revised itinerary outside Indonesia with the promoters, and will make a further announcement when these decisions have been made.

We are deeply disappointed at not being able to visit Indonesia and thank the Indonesian FA and our fans for their support.

Our thoughts go to all those affected by the blasts.

Sumber : http://www.manutd.com/default.sps?pagegid={F9E570E6-407E-44BC-800F-4A3110258114}&newsid=6636381

Senin, 13 Juli 2009

Obama Jelalatan :p


L'AQUILA, KOMPAS.com — Insiden menggelikan terjadi ketika Presiden AS Barack Obama mengikuti sesi foto bersama dengan para pemimpin negara G-8 lainnya di Main Conference L'Aquila, kota di Italia yang tahun lalu luluh lantak akibat gempa.

Pada Kamis (9/7) waktu setempat itu, para pemimpin G-8 baru saja selesai berfoto, kemudian peserta foto ditambah sebagian dari J-8 (sebutan untuk delegasi muda dari negara-negara G-8), yang terdiri atas 54 remaja berusia 14-17 tahun.

Ketika para delegasi muda itu maju, lewatlah Mayora Tavares, gadis seksi berusia 16 tahun asal Brasil. Rupanya penampilan Mayora menarik perhatian Obama. Ketika gadis itu lewat di samping kirinya, pandangan Obama pun terlihat mengikuti, khususnya pada (maaf) pantat Mayora.

Obama tidak sadar bahwa Presiden Perancis Nicolas Sarkozy memperhatikan tingkahnya sambil tersenyum dan mungkin sekali berkata dalam hati, “Dasar anak muda.” Bukan hanya tidak sadar diperhatikan koleganya, Obama juga tidak sadar bahwa tingkahnya itu diabadikan seorang fotografer. Foto itu kemudian menjadi tersebar ke seluruh dunia. Bahkan situs Huffington Post memberi judul ”Apa sih yang kalian perhatikan?”

Bahkan di Yahoo News, foto itu menempati urutan pertama foto berita dalam ketegori paling banyak di-e-mail dan disarankan untuk dilihat. Tentu saja versi videonya juga mampir di YouTube.

Stasiun TV ABC mencoba mengklarifikasi peristiwa tersebut dengan memuat video yang menggambarkan Obama sebenarnya sedang menatap lantai, bukan bokong. Video itu memperlihatkan Obama hendak memalingkan badannya untuk membantu wanita berkulit hitam di belakangnya menuruni anak tangga.

Sesi foto Kamis atau hari kedua Pertemuan Puncak ke-35 G-8 itu juga mengundang geli para delegasi. Obama lagi-lagi sumbernya. Presiden berusia 48 tahun itu hampir terlambat berdiri di panggung bersama kepala negara lainnya. Ia menarik perhatian para delegasi karena berlari menuju panggung dengan iringan tepuk tangan rekan-rekannya dari atas panggung foto.

Anggota G-8 adalah negara-negara maju dunia yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jerman, Perancis, Jepang, Kanada, dan Rusia. Pertemuan itu juga dihadiri lima negara berkembang yang disebut G-5, yaitu Brasil, China, India, Meksiko, dan Afrika Selatan.

Kejadian-kejadian menggelikan itu bisa sejenak mengendurkan saraf para pemimpin dan delegasinya di tengah keseriusan mereka membicarakan berbagai persoalan penting dunia, terutama krisis ekonomi, krisis energi, krisis pangan, keamanan, dan perubahan iklim yang menjadi agenda pertemuan itu.